HIDUP

Pada suatu hari, Sang Budha sedang duduk dengan semua muridnya ketika seorang laki-laki tua datang dan berkata, “Berapa lama anda ingin hidup? Mintalah satu juta tahun maka permohonan anda ini akan dikabulkan!” Sang Budha menjawa dengan yakin, “Delapan tahun”.

Ketika orang tua itu pergi, para muridnya dengan keceewa bertanya, “Guru, mengapa Engkau tidak minta seribu tahun? Bayangkan kebaikan yang akan anda perbuat untuk berates-ratus generasi!”

Budha menyahut dengan senyum; “seandainya aku hidup selama satu juta tahun, orang akan lebih tertarik untuk menambah hidup mereka dari pada mencari kebajikan.” (Anthony De Mello – Berjalan di atas air).

Jika yang dimaksud Budha adalah kita lebih tertarik untuk mempertahankan hidup dari pada mengembangkan kualitas hidup, maka tepatlah pernyataan itu jika kita tarik ke kondisi kita sekarang. Hanya sedikit orang yang menghabiskan waktu dan energinya untuk mengembangkan kualitas hidup mereka. Anda dan saya hidup tanpa benar-benar merasa hidup. Kita berpikir bahwa kita hidup karena kita bernapas, makan, berbicara, bercakap-cakap dan berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain. Tentu saja kita tidak mati. Tetapi apakah kita benar-benar hidup? Apa artinya sungguh-sungguh hidup?; menjadi diri sendiri, berada pada saat sekarang dan berada disini.

Menjadi hidup berarti menjadi diri saya sendiri. Jika saya bisa sampai pada kesadaran bahwa saya adalah saya sendiri, itu berarti saya hidup. Mungkin kita bertanya, “apakah aku bukan diriku sendiri? Lalu, siapakah aku kalau bukan diriku sendiri?”. Sangatlah mingkin anda dan saya bbukanlah diri kita sendiri, yaitu jika anda hanyalah sebuah wayang saya.

Melakukan banyak aktivitas; bekerja, menjadi aktivis Credit union BG, Kantor Kas Blok Q-Jakarta, menjadi aktivis/relawan Credit Union Microfinance Innovation (CUMI) sampai harus belajar ke Bangladesh, Menjadi Presenter untuk Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) di gereja Santa Perawan Maria Ratu (SPMR) – Blok Q, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan lain-lain, adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses mentransformasikan hidup kuantitas menjadi hidup berkualitas. Umur panjang bukan lagi satu-satunya tujuan. Umur panjang dengan kualitas yang baik, itulah hidup yang sebenarnya. Saya menulis disini… itupun dalam rangkah mengejar hidup yang lebih berkualitas.

Advertisements

About setaledjap

Sementara; "dikosongkan dulu"
This entry was posted in BERANDA. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s