CUBG BERTRANSFORMASI MENUJU MASA DEPAN GEMILANG

Oleh Nikolaus Hukulima – Aktivis CUBG Kantor Kas Blok Q

Minggu, 7 Maret 2010, hari masih pagi ketika beberapa orang berseragam batik hilir mudik di Aula Leo Soekoto, Gereja Santa Perawan Maria Ratu Blok Q, Jakarta Selatan. Mereka adalah staff CUBG dari berbagai Tempat Pelayanan yang tersebar di Jabotabek hingga Jawa Tengah dan sedang sibuk menyiapkan sebuah perhelatan akbar: Rapat Anggota Tahunan Credit Union Bererod Gratia.
Wakil anggota dari berbagai Tempat Pelayanan CUBG satu per satu mulai memadati ruang acara. Menjelang pukul 08.00 pagi semua tempat duduk yang telah disiapkan sebanyak lebih dari 200 buah terisi penuh. Artinya, acara akan segera dimulai, acara tahunan yang biasanya selalu ditunggu oleh para anggota CU. Melalui acara ini anggota akan tahu perkembangan menyeluruh wadah CUBG yang adalah milik mereka sendiri.
Mengusung tema “TRANSFROMASI, Menuju masa Depan Yang Lebih Gemilang” acara dimulai dengan sambutan Ketua Pengurus, F.X Jarot Wiranto. Mengawali sambutannya, Bapak Jarot mengajak seluruh anggota CUBG bersyukur. Membangun wadah di mana anggota CUBG dapat merancang kesejahteraan masa depan dalam kebersamaan dan persaudaraan sesama adalah anugerah yang patut disyukuri. Ia menambahkan, CUBG berdiri pada tanggal 15 Mei 2006 dan kini maju pesat. Ibarat tanaman, ia harus disiram, didangir, disiangi, digemburkan, dipangkas dan diberi obat agar tetap sehat. Bila itu semua dilakukan CUBG akan tumbuh subur dan menghasilkan buah berlimpah sehingga akan menjadi berkat bagi banyak orang. Menutup sambutannya, Ketua Pengurus CUBG mengajak semua anggota untuk bersama-sama memerangi kemiskinan bukan dengan slogan, melainkan karya nyata, ikut berpartisipasi membangun CUBG ke arah yang lebih baik, sehingga semakin banyak orang terlayani.

Menerobos tantangan tahun-tahun awal.
Perkembangan CUBG yang sungguh pesat menjadikannya sebuah pengecualian. Banyak CU stagnan secara jumlah anggota dan asset. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan lembaga-lembaga keuangan formal yang begitu gencar menawarkan aneka produk. Bertumbuh di tengah keramaian industri keuangan ibu kota di mana masyarakatnya memiliki pandangan yang sungguh berbeda tentang koperasi adalah hal yang tidak mudah. Sekali lagi CUBG adalah pengecualian.
Laporan pengurus menunjukkan perkembangan luar biasa pada CUBG. Selama empat tahun keberadaannya, anggota CUBG terus meningkat dari 718 orang pada tahun 2006 menjadi 1.888 orang pada tahun 2007, tumbuh 163%. Pada tahun 2008 meningkat menjadi 3.483 orang, tumbuh 84%, dan pada tahun 2009 anggota bertambah lagi menjadi 4.638 atau tumbuh 33%. Dalam grafik dapat dilihat sebagai berikut :

Angka pertumbuhan anggota ini jauh melampaui batas minimal yang disyaratkan oleh analisa PEARLS (alat untuk mengukur kinerja CU) yaitu 12%, dan juga melampaui angka pertumbuhan minimal yang ditetapkan oleh 10 kriteria CU ideal di Indonesia yaitu 35%, kecuali untuk periode 2008-2009.

Pertumbuhan pesat juga tercermin dalam peningkatan asset, simpanan, pinjaman dan SHU seperti tampak dalam tabel dan grafik berikut :

Dengan kinerja seperti ini, maka Juni tahun 2009, ketika anggotanya 4.165 orang dan asset mencapai 36,205 milyar, CUBG telah menjadi CU terbesar nomor 2 di Jawa dari sisi jumlah anggota dan nomor tiga terbesar dari sisi asset. Catatan di atas menunjukan CUBG kini telah mendapat tempat yang baik di hati masyarakat, dan itu semua sungguh membanggakan.
Meski mengalami perkembangan yang menggembirakan, bukan berarti CUBG tanpa persoalan. Laporan Pengawas Tahun Buku 2008 mengungkapkan adanya masalah yang harus diwaspadai. Dipaparkan CUBG sempat lemah dari sisi organisasi, administrasi dan usaha. Diangkat pula persoalan vakumnya kepemimpinan, yaitu tidak adanya Dewan Pengurus yang efektif, terbatasnya kemampuan Sumber Daya Manusia yang mengelola CUBG sehari-hari, serta kurangnya pemantauan dan kontrol dari pengurus pusat ke TP-TP sehingga masing-masing TP dibiarkan berjalan sendiri-sendiri. Ini ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga CUBG belum memadai sebagai pegangan bagi Pengurus dan Manajemen dalam mengelola CUBG yang terus berkembang pesat itu.
Sinyal tersebut membuat Pengurus CUBG bergerak cepat dan mengambil langkah konkrit dalam upaya perbaikan. Beberapa aktivis CUBG menyediakan diri untuk membantu pengurus melakukan perbaikan. Di sinilah terlihat jelas bahwa persoalan yang semakin kompleks tidak lantas membuat takut lalu mundur, melainkan menantang aktivis CUBG untuk terus maju dan menjadi semakin baik.

Optimistis.
Beberapa kemajuan dan perbaikan yang dilakukan oleh pengurus bersama anggota yang peduli antara lain: melakukan Revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Pemilihan Pengurus dan Pengawas Tahun Buku 2009-2011, menata kembali kerja Pengurus dan mengundang BKCU Kalimantan sebagai payung CU primer untuk melakukan audit. Ini menimbulkan rasa optimis bahwa CUBG sungguh-sungguh ada sebagai sarana bagi masyarakat mencapai kesejahteraan keluarga mereka. Terobosan lain yang cukup signifikan adalah perubahan Pola Kebijakan, yaitu menurunkan bunga Pinjaman dari 2% menurun per bulan menjadi 1,75% dan menurunkan jumlah saldo minimal Simpanan Megapolitan (Simpanan Setara Saham) dari Rp 1.000.000 menjadi Rp 100.000. Melalui Pola Kebijakan baru ini diharapkan anggota semakin terbantu karena memperoleh pinjaman yang murah dan CUBG semakin terjangkau oleh kalangan bawah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s