JEJAK LANGKAH “CREDIT UNION BEREROD GRATIA KANTOR KAS – BLOK Q”

Oleh : Nikolaus Hukulima dan Romo A. Sumarwan, SJ

Memiliki sebuah koperasi, mungkin menjadi cita-cita banyak orang di Blok Q. Untuk memenuhi keinginan tersebut, setiap orang menempuh cara masing-masing. Bergabung dalam sebuah koperasi di lingkungan, RT/RW, kantor atau di gereja menjadi pilihan. Beberapa tokoh Gereja Santa Perawan Maria Ratu  rupanya menangkap keinginan ini. Idenya, harus ada wadah yang memungkinkan umat ambil bagian dalam upaya menigkatkan kesejahteraan masing-masing secara mandiri. Maka jejak penting perjalanan CUBG Blok Q pun mulai ditorehkan.

 Awal Mula

Gerakaan ini berawal dari Seminar Credit Union pada 12 – 13 Agustust 2006 yang diselenggarakan oleh Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Blok Q. Hadir sebagai pembicara Romo Willy Batuah dari CU Sawiran-Malang dan Frans Supriyanto dari CU Bali Arta Graha. Penggagas CU di Blok Q berupaya menanamkan terlebih dahulu pemahaman yang benar tentang cara berkoperasi.

Setahun kemudian, pada Desember 2007, PSE mengundang Pengurus CUBG Cikini untuk melakukan sosialisasi di Gereja Blok Q. Seolah tak mau kehilangan momen, saat itu pun langsung dibuka pendaftaran anggota CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q pertama. Perlahan tapi pasti, CUBG mulai menjadi wadah pilihan lain berinvestasi dan mengakses modal usaha yang menjanjikan.

Seiring berjalannya waktu, keanggotaan mulai bertambah. Pada tanggal  4 Maret 2007, karena jumlah anggota telah mencukupi, untuk pertama kali CUBG Blok Q mengadakan Pendidikan Dasar (DIKSAR) dengan jumlah peserta 50 orang. Saat itu jumlah anggota telah mencapai 50 orang dengan jumlah simpanan Rp 431.000.300 dan Pinjaman Rp 233.684.050.

Sepanjang 2007 CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q seolah berjalan di tempat. Para penggiat CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q terus berupaya meningkatkan keanggotaan sekaligus menanamkan pemahaman yang benar tentang manfaat koperasi. Maka, bulan Februari 2008, dilakukan sosialisasi melalui Warta PSE.  Pada tanggal 4 Mei 2008, kembali PSE melakukan Sosialisasi CUBG yang dihadiri oleh 150 orang. Hasilnya, 19 anggota baru mendaftarkan diri. Masih pada bulan yang sama, lewat Program Aksi Nyata Paskah (ANP) tujuh orang usahawan kecil dibantu menjadi anggota CUBG. Maka, pada tanggal 27 Juli 2008, diadakan DIKSAR II.

Para penggiat kemudian merasa perlu untuk menambah amunisi baru agar akselerasi CUBG dapat berjalan cepat lagi. Maka bulan September 2008, para penggiat CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q sepakat untuk membentuk wadah Aktivis sebagai penggerak CUBG. Kelompok ini terdiri dari para anggota yang dengan sukarela mau mencurahkan perhatian dan kepedulian untuk memajukan CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q. Program pertama yang dilakukan adalah sosialisasi ke Lingkungan pada bulan Oktober – November, dilanjutkan dengan membuka stand untuk keperluan sosialisasi dan penjaringan anggota pada Bazar Natal PSE tanggal 20-30 November 2008. Hasilnya, saat itu kurang lebih 30 orang mendaftarkan diri menjadi anggota baru.

 Menyentuh Warga Miskin

Perlahan tapi pasti CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q mendapat tempat di hati umat. Jumlah anggota terus bertambah secara signifikan. Namun persoalan lain muncul ketika banyak umat prasejahtera yang mau bergabung terbentur investasi awal yang amat tinggi. Untuk bergabung dengan CUBG, sekurang-kurangnya membutuhkan dana investasi awal sebesar Rp. 2.330,000,-.

Untuk mengatasi persoalan ini, dibutuhkan wadah baru, wadah yang memungkinkan umat prasejahtera mengambil bagian di dalamnya tanpa mengeluarkan dana awal, namun dapat mengakses modal dengan bunga rendah untuk memulai atau mengembangkan usahanya, sekaligus juga mendapat wadah pembelajaran mengelola keuangan keluarga.

Di pelopori oleh Romo Marwan, SJ, bersama teman-teman aktivis kemudian memperkenalkan wadah lain untuk mengakomodir keinginan besar umat tersebut. Tanggal 2 Desember 2008 dilakukan Peluncuran Program “Credit Union Microfinance Innovation”, atau yang lebih popular dikenal sebagai CUMI, untuk membantu warga prasejahtera menjadi anggota CUBG. Lewat wadah ini, anggota melakukan pinjaman mikro untuk usaha dengan syarat yang mudah dan bunga yang menarik. Para peminjam diwajibkan untuk mengangsur pinjaman serta menabung setiap minggu. Ketika jumlah tabungannya telah mencukupi, barulah anggota tersebut didaftarkan menjadi anggota CUBG.

Demikianlah, pada akhir tahun 2008 anggota CUBG meningkat menjadi 165 orang, setara dengan 237%. Seiring bertambahnya anggota, Simpanan meningkat Rp 872.088.750 (102%) dan Pinjaman meningkat Rp 490.009.150 (110%). Capaian yang membanggakan.

Sudah ada dua wadah yaitu CUBG dan CUMI. Namun ternyata masih banyak saudara saudari kita yang berpikir; “masuk CUBG” seolah mimpi, hal yang jauh dari kemampuan. Penggerak CUBG tidak tinggal diam. Harus ada solusi. Terobosan lain pun dibuat untuk membantu warga prasejahtera masuk menjadi anggota CUBG. Hal ini kemudian menjadi kenyataan. Pada Bulan April 2009 Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) bekerja sama dengan CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q meluncurkan Program baru untuk membantu warga prasejahtera penerima santunan PSE menjadi anggota CUBG. Sebanyak 67 orang kembali diantar menjadi anggota CUBG.

Salah satu pilar utama koperasi adalah pendidikan. Semakin banyak anggota itu baik. Namun harus juga dibarengi dengan semakin tinggi pemahaman mereka terhadap koperasi. Untuk itu pendidikan harus terus menerus digalakan. Tanggal 30 Mei 2009, kembali diadakan Pendidikan Dasar (DIKSAR) yang ke 3 kalinya.

Capaian-capaian di atas ternyata dipotret oleh banyak pihak. Mereka melihat ada hal positif yang perlu dikembangkan bersama. Proyek-proyek pemberdayaan dirasa lebih manusiawi ketimbang gerakan-gerakan karitatif total yang seolah-olah baik, namun justru melempar orang ke jurang ketidakpastian tanpa harapan, tanpa perjuangan, sekaligus melemahkan daya juang. Maka pada tanggal 20 Juni 2009, team aktivis/relawan yang domotori oleh Romo Marwan, diundang untuk melakukan Presentasi CUMI Blok Q dalam pertemuan SSP/SPSE se-Keuskupan Agung Jakarta. Kita boleh bangga, CUMI menjadi pilot Project pemberdayaan masyarakat miskin yang sungguh ampuh yang mampu menggugah orang setidak-tidaknya Komisi PSE KAJ. Hingga akhir Desember 2009, tercatat 143 anggota CUMI dengan total pinjaman terkucur Rp 129.700.000 dan pinjaman terbayar Rp 93.076.500 serta tabungan Rp 23.602.000. Dari antara mereka delapan orang telah menjadi anggota CUBG.

 Gema CUBG

Tak kenal maka tak sayang. Itulah yang kami pikirkan, bagaimana CUBG dikenal luas kemudian disayangi. Harus ada sebuah media yang berfungsi menyebarluaskan  informasi betapa bermanfaatnya CUBG dan CUMI dalam rangka pemberdayaan. Maka para penggiat CUBG kemudian menerbitkan sebuah media informasi yang secara khusus menyebarkan informasi tersebut. Pada Juni 2009, lahirlah “GEMA CUBG” edisi Pertama.

Sebulan kemudian tepatnya tanggal 4 Juli 2009, berdasarkan evaluasi menyeluruh tentang capaian-capaian CUBG Pangkalan Kolektor Blok Q, rapat Pengurus dan Pengawas CUBG memutuskan CUBG Pangkalan Kolektor  blok Q dinaikkan statusnya menjadi Kantor Kas CUBG Blok Q. Kenaikan  status ini menimbulkan beberapa hal baik: cetak buku yang biasanya ditunggu seminggu karena harus dibawah ke Kantor Pusat, kini dapat langsung dicetak dan dibawah pulang. Pelayanan pun dilakukan setiap hari, kecuali hari Selasa dan Jumat. Peningkatan status ini ditandai dengan syukuran meriah pada tanggal 25 Juli 2009 di Kantor Kas CUBG Blok Q.

Sampai akhir tahun (desember )2010 , pertumbuhan anggota telah mencapai 442 orang, meningkat 28.5%, Simpanan  3,888,304,311, meningkat 67.80%, dan Pinjaman 2,237,800,150, meningkat : 132.62%. Grafik berikut akan menunjukan perkembangan tersebut:

Makin Dipercaya.

Dari visualisasi grafis di atas, kita semua boleh tersenyum, bahwa segala daya upaya yang telah dicurahkan untuk kemajuan CUBG tidak sia-sia. Secara garis besar pertumbuhan dalam persentase sebagai berikut: Pertumbuhan Anggota mengalami perkembangan: 28.5%, Pertumbuhan Simpanan: 67.80%, Pertumbuhan Pinjaman:  132.62%, Pendapatan: 237.6%.

 Persoalan

Ternyata kemajuan yang dicapai menyisakan sedikit persoalan yang menjadi perhatian kita bersama. Ada beberapa hal yang perlu penanganan lebih serius lagi. Beberapa persoalan tersebut antara lain: Pinjaman Beredar masih belum optimal, Pinjaman Beredar / Kekayaan:  2007 : 54%,  2008 : 56%, 2009 : 41%, 2010 : 56%  (idealnya harus 70% – 80%), Pertumbuhan Simpanan jauh lebih cepat daripada Pertumbuhan Pinjaman          (167% vs 96%), Balas Jasa Simpanan sangat tinggi:  (Juli – Desember 2009) Rp 99.911.950 (Megapolitan: Rp 83.368.100), atau 84% dari Total Pendapatan, 74% dari  total biaya.  Akhir tahun 2010 balas Jasa Simpanan naik menjadi :    288,048,800,-  Sementara itu, SHU Bersih 2009 : – Rp 15.510.550, dan tahun 2010 :  10,461,047,-  Walaupun SHU CUBG Blok Q minus, namun para anggota tidak perlu khawatir karena kekurangan ini ditutup oleh SHU Tempat Pelayanan/Kantor Kas lain. SHU Bersih CUBG di semua TP tahun 2009 sebesar Rp 528.200.306.

 Proyeksi Anggota dan Keuangan 2010

Tahun 2010 telah kita awali. Menghadapi tahun ini CUBG mempunyai mimpi yang harus dicapai. Mimpi-mimpi CUBG tersebut dituangkan dalam proyeksi sebagai berikut :

Strategi untuk Mencapai Sasaran

Untuk mencapai target-target yang di proyeksikan di atas, para penggiat CUBG Kantor Kas Blok Q telah merumuskan beberapa strategi sebagai berikut :

1.      Pertumbuhan Anggota

Target anggota baru pada tahun 2010 sebesar 180  anggota baru (dari 344 menjadi 524) cukup rasional. Sepintas, ini pekerjaan yang tidak mudah. Namun dengan cara jika setiap bulan minimal 15 anggota baru saja yang masuk, maka dalam satu tahun sudah terpenuhi target tersebut. Kalau masih dirasa berat juga, maka jika setiap anggota yang lama mengajak satu anggota baru saja, target di atas akan terlampaui yaitu menjadi 688 anggota. Mudah bukan? Hal yang sangat mungkin kita capai kalau setiap anggota CUBG yang ada sekarang memikul tanggunggjawab yang sama yaitu membawah satu anggota baru.

2.      Pertumbuhan Simpanan

Pertumbuhan simpanan pada tahun 2010 seperti target di atas rasanya tidak sulit dicapai. Bahkan tidak perlu promosi khusus pun akan tercapai. Yang perlu dilakukan adalah mendorong simpanan pada produk-produk tertentu misalnya Pagan dan Pundi Gratia.

3.      Pertumbuhan Pinjaman

Dengan bunga pinjaman menarik mulai tahun ini (1,8% atau 11,7% per tahun – (sebelumnya 2% menurun)), lalu proses pencairan pinjaman maksimal 14 hari dan peruntukan pinjaman diperluas (Usaha, Modal Kerja, Kendaraan, Renovasi Rumah, Kontrak Rumah, Pendidikan, Pembelian Laptop/komputer, keperluan lain dan kapitalisasi), maka Total Pinjaman Beredar Rp  4.219.243.750 akan mudah dicapai. Jika saja 75% anggota (393 orang) meminjam, maka rata-rata Pinjaman Rp  10.735.989. Jika dipecah lagi maka akan semakin mudah, seperti ilustrasi berikut :

4.      Pendapatan

Target pendapatan sebesar Rp  596.903.650 dengan sendirinya tercapai bila target pencairan dan pinjaman beredar tercapai dan pinjaman lalai serendah mungkin.

 Pada awal berdirinya, Credit Union lahir dalam upaya membantu mereka yang tidak beruntung mendapat kredit melalui perbankan atau lembaga keuangan lain. Namun saat ini anggotanya datang dari berbagai golongan dengan tujuan yang sama, yakni membangun ekonomi menuju kesejahteraan di usia tua. “Muda menabung tua beruntung”, bukan hanya slogan bagi Credit Union, tetapi bagi semua orang yang memiliki semangat mensejahterakan dirinya sendiri melalui Credit Union.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s