MEREALISASIKAN MIMPI LEWAT CU

Oleh : Rofinus E. Lejap – Pegiat CU

Sungguh besar jasa Friedrich Wilhelm Raiffeisen bagi kehidupan masyarakat marginal. Ia memikirkan nasib hidup rakyat yang pada waktu itu kian terbelenggu oleh kemiskinan. Dan tepatlah langkah yang ditempuhnya setelah jalan karitatif melalui para donatur tidak merubah keadaan menjadi lebih baik. Solidaritas memungkinkan manusia saling bergandengan dan peduli satu sama lain, teristimewa dalam memperjuangkan nasib hidup bersama.
Credit Union tumbuh dari semangat itu dan terus berkembang, bukan untuk melawan budaya karitatif yang masih subur di kalangan Gereja dan masyarakat umum. Karitatif tetap perlu dalam situasi dan kondisi tertentu, tetapi dalam jangka panjang orang tetap perlu memiliki daya juang untuk mengembangkan talenta yang dimiliki. Dan rakyat dari kalangan ekonomi lemah tidak mungkin membangun ‘istana’ dengan modal dengkul, tetapi melalui Credit Union karena melalui CU, anggota minimal bisa merajut mimpi yang berpijak pada kenyataan bersama sesama anggota yang senasib.
Situasi ekonomi saat ini boleh dikatakan banyak kemajuan, tetapi apakah cukup merata untuk seluruh lapisan masyarakat? Para konglomerat dapat membangun istana sedangkan sebagian masyarakat harus berjuang mempertahankan gubuk yang sewaktu-waktu digusur atau dibersihkan oleh tramtib. Orang kaya selalu bertanya apa menu makan hari ini, sedangkan orang miskin selalu bertanya apakah ada yang bisa dimakan hari ini? Mereka yang berpeluang korupsi dapat meraup uang negara bermilyar-milyar, sedangkan masyarakat miskin harus mengais-ngais tong sampah mencari remah-remah makanan untuk mengganjal perut yang keroncongan. Dan berbagai contoh lain yang menunjukkan betapa dalamnya jurang pemisah antara kaya dan miskin.
Hidup ini terus berjalan dan tidak bisa dipoles dengan istilah-istilah karena suatu keadaan harus dirubah dengan tindakan nyata. Demo untuk memperjuangkan nasib ada benarnya, tetapi lebih banyak korban dan energi dari pada hasilnya. Lebih baik energi yang ada digunakan untuk berpikir dan bertindak secara positip untuk mencapai tujuan yang positif.
Credit Union adalah suatu gerakan yang lahir dan memperjuangkan nasib hidup dari marginal kepada taraf hidup yang lebih baik. Azas swadaya, solidaritas dan azas pendidikan merupakan modal yang teruji dan tetap bertahan menghadapi berbagai situasi.
Swadaya berarti berusaha dengan modal dan kemampuan sendiri, tidak menunggu diberi sumbangan, tetapi melihat kekayaan diri dan keluarga yang ada lalu dijadikan modal. Kisah ‘Batu Ajaib si Lawing’ dari Kalimantan bisa dijadikan ilustrasi untuk menjelaskan semangat swadaya. Lawing menemukan warga di suatu desa yang terkungkung dalam kemiskinan dan kelaparan karena keadaan dan egoisme. Dengan modal batu yang oleh Lawing disebut ‘batu ajaib’, ia berhasil mempersatukan warga. Dan akhirnya mereka berlomba-lomba menyumbang, ada yang menyumbang air, beras, sayur, daging, bumbu dan jadilah sop dalam satu kuali yang lalu dinikmati bersama oleh seluruh warga. Hidup mereka menjadi lebih baik bukan karena sumbangan melainkan karena mereka mendayagunakan apa yang sudah ada pada mereka.
Solidaritas atau kesetiakawanan mengajak anggota berbelarasa, yang satu peduli akan nasib anggota yang lain. Dalam menyimpan, meminjam dan mengembalikan pinjaman bukan diri sendiri yang diutamakan saja, tetapi nasib dan keadaan anggota yang lain dilibatkan dalam seluruh proses. Sehingga ‘uangku adalah juga uangmu’, tetapi digunakan dalam suatu sistem yang saling menguntungkan. Meminjam berlebih menutup kemungkinan bagi anggota yang lain untuk meminjam padahal mungkin mereka sedang menghadapi kesulitan. Dan terlambat atau sengaja tidak membayar angsuran pinjaman juga mendatangkan kesulitan yang sama bagi anggota yang lain.
Semua itu tidak terjadi dengan sendirinya secara otomatis. Pendidikan terus-menerus perlu digalakkan agar anggota semakin menyadari kewajiban dan haknya. Harga diri anggota dari penerima sumbangan atau derma semata dari para donatur, suatu ketika meningkat minimal menjadi masyarakat yang mandiri yang tidak tergantung lagi pada belaskasih orang lain. Pendidikan tidak dipahami sebagai model klasikal yang berseragam dan mengikuti kurikulum tertentu, melainkan andragogy (pendidikan orang dewasa) dengan pola dialogis, memberi dan menerima di antara sesama anggota.
Salahkah anggota Credit Union bermimpi? Hidup adalah mimpi-mimpi yang dibuat menjadi kenyataan. Mimpi di dalam tidur ketika terjaga hanya ada ingatan tentang mimpi itu, tetapi mimpi yang dibangun dari kesadaran dengan perhitungan yang matang menghasilkan karya dan hasil yang berguna bagi hidup sendiri, keluarga dan masyarakat.
Mimpi memiliki warung makan yang murah untuk para tukang becak dan pemulung; kendaraan antar-jemput siswa; makanan ringan yang higienis; mesin fotocopy; rumah kontrakan atau kos-kosan; jahitan dan mimpi-mimpi lain yang dapat direalisasikan. Tergantung dari mimpi yang dibangun, kesediaan diri dan keluarga serta modal finansial yang dikumpulkan di CU. Pensiun dari perusahan tidak menghasilkan penganggur dan pengemis terselubung tetapi justru melahirkan direktur-direktur baru. Istilah itu tidak berlebihan karena anggota ikut memiliki perusahaan (Credit Union), ikut mengawasi dan mengelolanya melalui saran-saran yang positif.
Credit Union bukan sekedar wadah mengumpulkan dan membagikan uang, melainkan lebih dari itu, menciptakan manusia-manusia tangguh yang mandiri, disiplin dan berwatak sosial. Mimpi Friedrich Wilhelm Raiffeisen kini masih terus berlangsung selama para rentenir dan koruptor masih merajalela dan kemiskinan masih menyelimuti kehidupan orang-orang kecil. Dan Credit Union membuat mimpi-mimpi terealisasi dalam hidup yang nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s