YANG MUDA YANG PEDULI

Familia Novita

Terhitung sejak 1 Januari 2010, terjadi peralihan managemen di tubuh CUBG. Pak Stef yang selama beberapa waktu menjadi manager, menyerahkan jabatannya kepada Familia Novita sebagai manager baru periode 2010 – 2013. Gema CUBG berkesempatan mewawancarainya beberapa waktu yang lalu. Berikut petikannya :

Banyak dari kami baru tahu ternyata jabatan Manager CUBG sudah beralih ke Mbak Novi.

Saya mulai magang di CUBG sebagai koajutor manager per 1 Desember 2009, tapi SK pengurus menugaskan saya per 1 Januari 2010 bertugas penuh sebagai Manager bukan koajutor lagi.

Anda ini masih muda. Masih punya idealisme tinggi terhadap sebuah pekerjaan. Kenapa berani menceburkan diri dalam CU sedini ini, sementara banyak kaum muda menempatkan CU mungkin mungkin sebagai pilihan terakhir?

Karena CU adalah merupakan suatu idealisme saya juga dimana saya punya impian; kelak saya punya usaha sendiri saya bisa mempekerjakan masyarakat di sekitar usaha itu yang miskin-miskin, istilahnya memanusiakan mereka yang katanya miskin tapi malas. Itupun kalau mereka mau kerja. Tapi ternyata impian itu terlalu jauh karena saya harus mempunyai modal sendiri. Hasilnya setelah saya merenung cukup lama, saya pikir-pikir jadi manager CUBG juga merupakan sebuah impian seperti itulah. Bentuk pencapaian yang lain bahwa CUBG toh punya saya, saya juga yang mengelola dan…bentuk pencapaian yang lain dari impian saya.

Manager baru, semangat baru, tentu banyak cita-cita. Mau dibawah kemana CUBG ini ke depan?

Yang pasti CUBG akan dibawa ke masa depan yang lebih gemilang melalui transformasi seperti moto RAT kali ini. CUBG menjadi tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai strata ekonomi, saling mendukung untuk mewujutkan kesejahteraan bersama, dan mudah-mudahan semua anggota CUBG sadar bahwa di dalam CUBG dia dibentuk sebagai manusia mandiri dan dia juga harus peduli dengan keadaan di sekitarnya. Visi ke depan adalah menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang saling mendukung

Masih berkaitan dengan kaum muda, kenyataannya prosentase anggota CUBG dari kaum muda masih sangat sedikit kalau tidak mau dibilang kurang. Pendapat anda!

Kalau boleh saya jawab, bahwa mereka belum sadar bahwa hari esok tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Barangkali saat ini kita nyaman dengan kondisi kerja sekarang. Tapi tiba-tiba besok kita di PHK. Kita mau cari uang dimana? Itu saya sadari betul tepatnya tahun 2008 yang lalu. Saat itu saya memang ke sana kemari mencari lembaga keuangan yang bisa mengoptimalkan fungsi uang saya. Uang saya memang tidak besar tetapi saya menjadikannya sebagai modal usaha. Tapi ternyata saya memperoleh kenyataan yang tidak enak. Maka saya himbau kepada kaum muda, tolong sadari bahwa hari esok itu tidak ada yang tahu, dan ke depan pasti kita membutuhkan biaya yang besar, untuk menikah, sekolah, beli rumah dan beli macam-macam hal lain. Atau bahkan kita mau menikmati hidup dengan sejumlah uang dua tahun ke depan. Kita bisa melakukan itu hanya di CU, bukan hanya di CUBG. Tapi karena saya ada di CUBG maka anda bisa mewujutkan itu di CUBG.

Pertanyaan iseng dari seorang anak muda; di CUBG itu ada Kartu Kreditnya tidak ya? Iseng, tapi sepintas menggambarkan betapa CU masih dipandang sebagai lembaga keuangan yang tidak modern yang mampu mengakomodir kebutuhan sekaligus gaya hidup kaum muda. Pendapat anda..

Saya punya mimpi, suatu saat kalau bisa saya mau bekerja sama dengan pusat-pusat perbelanjaan, untuk membuat semacam kartu kredit manual. Jadi setiap anggota, setiap kali belanja dia pakai kartu kredit, kasir kemudian mencatat nomor anggota tersebut. Swalayan tinggal melakukan klaim pembayaran ke CUBG. Kartu kredit itu nantinya juga akan dibatasi plafonnya. Dengan demikian anggota tersebut akan mengerem sikap konsumerisme dia. Misalnya saja plafonnya 500 ribu, satu juta atau 10 juta, tergantung analisa kredit yang dilakukan untuk menentukan hal itu.

Selama ini CUBG hanya fokus pada Simpanan dan Pinjaman. Apakah ada pemikiran untuk memperluas usaha?

Kebetulan kalau untuk produk dan kebijakan-kebijakan lain itu adalah keputusan RAT. Kami managemen hanya sebagai pelaksana. Jadi saya sejak awal sudah punya impian dan saya sudah sampaikan kepada pengurus. Sekarang saya serahkan kepada pengurus; mau membentuk produk baru seberapa banyakkah? Kami tinggal melaksanakannya saja. Keterbatasan saya ada disitu.

Saat ini CU-CU di Kalimantan berkembang sangat baik. Bahkan di desa-desa rasanya bank kalah bersaing dengan CU. Dampaknya sungguh terasa pada kalangan masyarakat bawah. Apakah anda punya mimpi mengikuti jejak CU di sana?

Saya mengambil keputusan menjadi manager CU memang untuk mengalahkan bank, dalam arti saya bukan anti bank, hanya saja saya tidak setuju dengan sistem bank yang selalu memotong tabungan nasabah dengan segala macam biaya. Padahal nasabah mengumpulkan uang untuk ditabung itu sangat susah. Nah, saya melihat ada alternatif lembaga keuangan yang lain, dan itu saya temukan di CU. Mudah-mudahan CUBG menjadi jawaban pencarian saya selama ini. Makanya saya mengajak teman-teman managemen dan teman-teman pengurus, mari… bekerja sama dalam mewujutkan visi dna misi itu, bahwa kita bisa lebih dari bank. CUBG milik kita, CUBG menjadi besar juga karena kita maka kita yang merasakan manfaatnya. Kalau bank, dia menjadi besar lalu siapa yang merasakan…silakan jawab sendiri.

Ke depan, bisa saja anda berubah pikiran ketika melihat peluang lain di luar CUBG yang lebih menjanjikan. Apakah anda akan banting stir? atau mungkin berpikir; CUBG inilah rumah terakhir saya.

Itu saya tidak pungkiri ya, bahwa saya punya impian untuk mencari kesempatan yang lebih menarik dari CUBG. Hanya saja kembali saya mau katakan bahwa saya berada di CUBG juga melalui permenungan yang sangat panjang. Jadi saya merasa saat ini dan nggak tahu sampai kapan : Inilah jalan Hidup Saya. Kemarin juga saya ditanya sampai kapan saya di CUBG. Saya katakan saya tidak tahu, karena jalan hidup saya mau dibawah kemana. Tapi yang pasti, minimal 3 tahun kedepan saya ingin tetap disini kalau diperkenankan. Jadi saya kembalikan kepada rencana Ilahi.

Failia Novita Simanjuntak nama lengkapnya. Dara kelahiran medan 19 Agustus 1981 ini adalah seorang anak muda yang energik serta mempunyai kepedullian social yang tinggi di bidang pemberdayaan masyarakat miskin. Ia adalah lulusan IPB Bogor dan UI tahun 2006, kini masih terus menggeluti pembelajaran dibidang Budi Daya Pertanian dan Ilmu Lingkungan Hidup.

Kelihatan anda adalah seorang anak muda yang punya kepekaan sosial tinggi terutama kepada masyarakat yang sungguh tidak beruntung secara ekonomi. Untuk hal tersebut, Blok Q sudah dan sedang mengembangkan kredit mikro untuk segmen masyarakat tersebut, karena kenyataan masih banyak anggota masyarakat yang tidak mampu masuk menjadi anggota CUBG.

Secara jujur saya sudah mengusulkan kepada pengurus bagaimana kalau CUBG membentuk satu produk seperti produk kredit mikro, seperti itu tapi tidak sama. Perbedaannya terletak pada; kalau CUMI misalnya lebih ke usaha-usaha skala sangat kecil seperti pedagang sayur mayur. Kalau yang saya usulkan lebih tinggi yaitu industry rumah tangga. Misalnya di dalam satu daerah ada beberapa industri rumah tangga yang saling mendukung. Katakan beberapa orang sebagai produsen barang tertentu sementara yang lain bertindak sebagai penyedia bahan mentahnya, dan yang lain lagi bertindak sebagai marketing. Pendek kata ada beberapa insdutri tumah tangga yang saling mendukung. Di situ CUBG berperan sebagai penyedia modalnya. Saya sudah mengusulkan itu kepada pengurus, hanya saja pengurus sekarang mempunyai prioritas lain. Minimal satu tahun ke depan hal ini masih menjadi wacana. Tapi yang pasti saya punya impian ke depan, CUBG bisa menyokong industri seperti itu. Karena terus terang dari sekian banyak yang saya baca, industri rumah tangga itu adalah industri yang paling stabil dari krisis ekonomi.

Management CUBG

Soal ketergantungan kepada figur tertentu. Kita tahu di CUBG ada beberapa orang figur yang cukup menarik banyak orang sehingga mau menjadi anggota CUBG. Katakan saja Romo Bijanta (perintis CUBG-pastor di Tanjung Priok) dan Romo Marwan. Ketika pra RAT di Blok Q, ada pertanyaan dari anggota; semua kemajuan

yang kita capai ini mungkin karena pengaruh figur Romo Marwan. Bagaimana kalau Romo nanti pindah? Apakah nanti semuanya akan baik-baik saja?

Hal itu juga terjadi di Duren Sawit tempat saya tinggal. Hanya saja kami sebagai tim inti memposisikan diri sebagai partner. Kita sama-sama memposisikan diri sebagai partner, tidak menjadi kepala bagi yang lain. Maka kita bekerja secara bersama-sama maka figur itu tidak saja satu orang tetapi banyak orang

Pesan terakhir anda sebagai manager baru CUBG :

Jika anda ingin dibentuk menjadi manusia yang mandiri dan peduli terhadap masyarakat sekitar dan ingin mewujudkan kesejahteraan bersama dengan sesama yang ada di sekitar kita, Maka…. datang dan bergabunglah bersama Credit Union Bererod Gratia.

Nikolaus Hukulima – Aktivis CUBG Kantor Kas Blok Q

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s