MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI : Program Bantuan untuk Menjadi Anggota Credit Union

Artikel ini pernah dimuat di Majalah SWARA SANTA. Ini berkaitan dengan program bantuan bagi para Penerima santunan untuk menjadi anggota CUBG. Program ini sudah berjalan 3 tahun dan beberapa anggotanya sudah memiliki usaha sendiri hasil pinjaman dari Credit Union BG.

Oleh : Nikolaus Hukulima  dan Antonius Sumarwan, SJ

Santunan Pendidikan dan Santunan Kesejahteraan adalah bagian dari program Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Santa Perawan Maria Ratu. Program ini dimaksudkan untuk meringankan warga prasejahtera dalam membiayai pendidikan anak dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selama bertahun-tahun santunan ini diberikan kepada 93 warga dalam bentuk uang tunai sebesar antara Rp 15.000 – 70.000 tiap bulan dengan rata-rata Rp 33.000 per warga (Data Desember 2008). Setiap bulan PSE memberikan Santunan Pendidikan sebesar rata-rata Rp 1.765.000 dan Santunan Kesejahteraan Rp 1.300.000. Total Santunan Pendidikan pada 2007 adalah Rp 20.640.000 sementara dan Santunan Kesejahteraan Rp 13.165.000. Pada tahun 2008 total Santunan Pendidikan sebesar Rp 25.865.000 sementara total Santunan Kesejahteraan sebesar Rp 16.615.000.

Dengan terus meningkatnya harga kebutuhan hidup, Seksi PSE menyadari bahwa besar santunan tersebut tidak memadai lagi. Maka munculah gagasan untuk menaikkan jumlah santunan ini, khususnya Santunan Kesejahteraan. Di lain sisi, Seksi PSE tidak ingin bahwa kenaikan santunan membuat warga prasejahtera malah menjadi konsumtif dan semakin tergantung pada Seksi PSE. Seksi PSE SPMR tetap ingin berpegang pada cita-cita untuk memberdayaan warga prasejatera.

 Bantuan Menjadi Anggota CUBG

Atas pertimbangan tersebut, pada 2009 Seksi PSE berencana menaikkan Santunan Kesejahteraan sebesar  Rp 25.000 per warga. Dengan demikian warga prasejahtera akan menerima Santunan Kesejahteraan sebesar Rp 50.000 per bulan.  Namun kenaikan ini tidak diberikan secara tunai kepada warga, melainkan dipakai sebagai modal mereka untuk menjadi anggota Credit Union Bererod Gratia (CUBG).

Mengapa CUBG? Dalam hal ini CUBG dipilih sebagai sarana pendidikan pengelolaan keuangan dan investasi bagi warga prasejahtera. Dengan menjadi anggota CUBG warga prasejahtera akan:

  1. Dididik untuk merencanakan dan mengelola keuangan
  2. Dibiasakan menabung
  3. Memperoleh balas jasa simpanan yang layak
  4. Memperoleh kesempatan untuk meminjam
  5. Membangun solidaritas di antara warga prasejahtera
  6. Diasuransikan jiwanya

Selain itu, kalau dicermati, sebenarnya banyak warga prasejahtera sudah punya usaha. Usaha mereka ini punya peluang berkembang apabila mereka mempunyai akses terhadap modal. CUBG memberikan akses modal ini.

 Skema Program

  1. Program ini wajib diikuti oleh warga prasejahtera penerima Santunan Kesejahteraan.
  2. Seksi PSE mengucurkan dana Rp 2.325.000 untuk setiap peserta. Dengan demikian peserta program menjadi anggota CUBG secara tunai.
  3. Dari jumlah Rp 2.325.000 ini, Rp 1.325.000 merupakan hibah dari Seksi PSE kepada warga prasejahtera, sementara Rp 1.000.000 sisanya merupakan pinjaman yang mesti diangsur warga setiap bulan.
  4. Besar angsuran minimal Rp 25.000 tiap bulan, dipotongkan dari kenaikan Santunan Kesejahteraan. Dengan demikian pinjaman dari PSE akan lunas dalam jangka waktu sekitar 3 tahun.
  5. Peserta program wajib menabung di CUBG minimal Rp 15.000 tiap bulan.
  6. Setelah pinjaman mereka lunas, disarankan agar uang yang biasa mereka pakai untuk mengangsur pinjaman kepada Seksi PSE ditabungkan ke CUBG.

 Sosialisasi

Pada tanggal 1 Maret 2009 Pelaksana Program ini melakukan presentasi ”Program Membantu Warga Prasejahtera Menjadi Anggota CUBG” di hadapan para penerima santunan dari PSE. Hal menarik muncul. Ketika seorang ibu ditanya sudah berapa lama menerima santunan dari gereja (PSE), ia menjawab: sudah lama sekali, mulai ketika anaknya masih kecil-kecil. Sekarang ibu ini sudah punya cucu dan berencana mewariskan santunannya ini kepada cucunya.

Dapat dipastikan bahwa sudah belasan tahun ibu ini menerima santunan dari gereja. Pertanyaannya adalah sampai kapan? Karena itu program ini dirancang untuk memberdayakan kelompok penerima santunan agar mampu menolong diri mereka sendiri sehingga lebih mandiri tanpa harus tergantung terus-menerus pada bantuan dari gereja. Sampai sekarang Program ini sudah berjalan lebih dari satu tahun.

Dengan menjadi anggota CU Bererod Gratia (CUBG) warga prasejahtera diharapkan terbiasa menabung dan berinvestasi. Bagi mereka yang memiliki usaha dan membutuhkan modal, CUBG akan memberikan pinjaman. Selain itu, mereka secara otomatis juga telah memperoleh asuransi jiwa dan dana solidaritas kematian. Kalau umat di Paroki Blok Q biasa memperoleh Santunan Kematian sebedar Rp 1.800.000, warga prasejahtera yang telah menjadi anggota CUBG ini, ketika meninggal minimal akan mewariskan Rp 6.500.000 kepada ahliwarisnya.

Saat pembagian Buku Anggota pada 5 April 2009, kepada warga prasejahtera salah seorang pendamping mengatakan, “Seksi PSE telah membelikan ‘sepetak tanah’  di CUBG untuk Bapak dan Ibu sekalian. Sekarang tugas Bapak dan Ibu untuk menanaminya. Rajin dan tekunlah menabung. Kami berharap Anda semua kelak memperoleh panenan berlimpah.” Untuk menyemangati anggota dalam menabung, PSE menjanjikan bonus tahunan masing-masing Rp 100.000 bagi 5 penabung terbanyak.

 Keanggotaan

Ketika program ini dirancang, jumlah penerima Santunan Kesejahteraan tercatat 93 orang. Dalam proses seleksi kemudian diperoleh jumlah yang benar yaitu 67 orang, terdiri dari 46 perempuan orang dan 21 laki-laki. Hal ini terjadi karena sebagian penerima santunan telah menjadi anggota CUBG. Enam puluh tujuh orang ini secara resmi menjadi anggota CUBG mulai bulan April 2009 ditandai dengan pembagian buku Anggota. Kelompok anggota CUBG ini memiliki karakteristik khusus dibanding dengan anggota regular lainnya. Maka beberapa program disesain khusus untuk kelompok ini.

 Proses Pendampingan.

Karena kelompok ini adalah kelompok khusus, maka mereka mendapat pendampingan khusus terus menerus selama 3 tahun ke depan. Proses pendampingan ini dibagi dalam 3 tahap :

Tahap I :

Ini merupakan tahap pendampingan awal. Tahap ini akan dilakukan selama 6 bulan. Pendampingan  pada tahap ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada mereka prihal pentingnya memiliki usaha sendiri agar lebih mandiri secara ekonomi. Hal lain adalah menumbuhkan inisiatif pada masing-masing anggota kelompok untuk memulai memikirkan bagaimana caranya keluar dari belitan ekonomi dengan memanfaatkan potensi diri mereka sendiri, menumbuhkan rasa percaya diri pada masing-masing anggota kelompok untuk mulai berbuat sesuatu bagi diri dan keluarga mereka sendiri, kemampuan berpikir analitis, kemampuan pencapaian keberhasilan, sosialisasi, kemandirian, aspirasi diri, dan lain-lain.

Tahap ke 2

 Ini merupakan Periode Pinjaman dan Realisasi Pinjaman. Tahap ini akan dilakukan selama 6 bulan. Pendampingan pada tahap ini dimaksudkan untuk mendorong para anggota mulai merencanakan pinjaman. Pinjaman yang diajukan sedapat mungkin adalah pinjaman produktif. Periode ini juga diharapkan setiap anggota telah memiliki usaha-usaha kecil atau paling kurang telah memiliki gagasan tentang usaha apa yang akan digeluti. Untuk itu para pendamping diharapkan memiliki pengetahuan tentang Kewirausahaan karena nantinya akan bertindak sekaligus sebagai konsultan bagi anggota yang didampingi.

 Tahap ke 3

Ini merupakan tahap terakhir pendampingan, berlangsung selama 24 bulan. Tahap ini dapat dikatakan sebagai tahap implementasi rencana – rencana pada 2 tahap sebelumnya. Fokus perhatian lebih kepada memonitor pemakaian dana pinjaman agar sesuai dengan peruntukannya, memberikan arahan – arahan tertentu kepada anggota mengenai usaha-usaha produktif yang potensial, mutu produk, pemasaran dan lain-lain

 Data Keuangan

Untuk mengantarkan ke-67 orang tersebut menjadi anggota CUBG, Seksi PSE menyediakan dana per anggota sebesar Rp 2.330.000, sehingga total uang yang dikeluarkan sebesar: Rp  156.110.000. Dari jumlah tersebut, Rp 86.110.000 merupakah hibah dari PSE kepada warga dan Rp 67.000.000 sisanya merupakan pinjaman kepada warga. Pinjaman ini dicicil tiap bulan dengan pemotongan hasil kenaikan santunan yang besarnya rata-rata Rp 25.000 per orang.

Berikut tabel Data Keuangan Anggota April 2009 – Juli 2010 :

Dari Tabel diatas, beberapa hal dapat kita baca sebagai berikut :

a)     Simpanan Pokok

Simpanan Pokok mengalami penurunan Rp 2.000.000 karena satu orang warga meninggal dan satu orang lagi pindah domisili. Ahli waris anggota yang meninggal, selain memperoleh kembali Simpanannya, juga mendapat Santunan Solidaritas dari BKCU Kalimantan Rp 2.167.250 dan Solidaritas Duka Cita dari CUBG sebesarRp 2.500.000.

b)     Simpanan Wajib

Dengan Saldo Simpanan Wajib sebesar Rp 8.780.000 berarti terjadi peningkatan Rp 8.100.000 (1210%), atau setiap bulan selama 15 bulan rata-rata terjadi peningkatan Rp 540.667. Meski peningkatannya cukup fantastis, angka ini menunjukkan bahwa beberapa anggota lalai membayar Simpanan Wajib. Kalau peraturan CUBG bahwa setiap anggota menambah Simpanan Wajib Rp 10.000 per bulan dilaksanakan oleh semua, semestinya ada penambahan Simpanan Wajib sebesar Rp 650.000 setiap bulan.

c)      Megapolitan

Selama 15 bulan terjadi peningkatan Simpanan Megapolitan sebesar Rp 28.500.600 (43%) atau rata-rata Rp 1.900.040. Peningkatan ini berasal dari setoran anggota maupun balas jasa simpanan. Menarik bahwa pertambahan tiap anggota per bulan rata-rata Rp 29.231. Angka ini jauh lebih tinggi daripada kewajiban anggota untuk menabung pada produk ini, yaitu minimal Rp 5.000 per bulan.

d)     Pagan

Jenis simpanan ini tidak mewajibkan anggota menabung secara rutin setiap bulan. Data bulan Juli 2010 menunjukan saldo Simpanan Pagan anggota Rp 27.556.050 naik sebesar Rp 25.881.050 (1545%) dari tabungan pada awal program sebesar Rp 1.675.000. Ini berarti peningkatan tabungan Pagan per bulan per anggota rata-rata Rp 26.545.

e)     Total Simpanan

Dengan Total Simpanan Rp 196.836.950 berarti selama 15 bulan telah terjadi peningkatan Simpanan sebesar Rp 60.491.656 (44%). Setiap warga kini rata-rata memiliki Simpanan Rp 3.028.256 dan pertambahan Simpanan mereka per bulan per anggota rata-rata Rp 62.042. Jumlah ini kelihatannya kecil, namun sudah jauh lebih besar daripada Santunan Kesejahteraan yang mereka peroleh yaitu rata-rata Rp 50.000 per bulan per orang. Bahkan pertambahan seluruh Simpanan 65 perserta program ini setiap bulan sebesar Rp 4.032.777 sudah mendekati jumlah Santunan Kesejahteraan yang diberikan oleh Seksi PSE sebesar Rp 4.235.000 untuk 85 KK.

f)       Pinjaman dari CUBG

Selama berlangsungnya program ini CUBG telah 42 kali mencairkan pinjaman kepada 22 orang warga dengan total pencarian Rp 43.500.000. Pinjaman ini dipakai sebagian besar untuk modal usaha. Bahwa dari 65 anggota baru 22 orang yang memanfaatkan pinjaman dari CUBG disebabkan cukup banyak warga tidak punya usaha, belum berani berusaha atau usia mereka sudah tua. Hal ini juga menunjukkan bahwa untuk warga penerima santunan, ternyata pelayanan tabungan lebih diperlukan daripada pelayanan pinjaman.

g)      Pinjaman dari PSE

Sesuai skema program, setiap bulan Santunan peserta program dipotong Rp 25.000 untuk mengangsur pinjaman mereka di PSE yang jumlahnya Rp 1.000.000 per orang. Karena program telah berjalan 15 bulan maka sudah ada angsuran dari warga sebesar 15 x 67 orang = Rp 25.125.000 atau 37,5% dari pinjaman yang dicairkan.

h)     Aset Warga Prasejahtera

Yang mengembirakan lagi: Program ini berhasil membiakkan aset warga prasejahtera. Dana Rp 156.110.000 dari PSE selama 15 bulan berhasil memancing terkumpulnya aset Rp 196.836.950 (meningkat menjadi 126%). Lewat program ini juga telah terjadi peralihan dan peningkatan aset warga prasejahtera. Pada saat program dimulai, warga sama sekali tidak punya aset yang disimpan di CUBG. Seluruh Simpanan yang mereka punyai adalah hibah Rp 89.110.000 (57%) dan pinjaman Rp 67.000.000 (43%) dari Seksi PSE. Setelah program berjalan 15 bulan, Pinjaman dari Seksi PSE tinggal Rp 25.125.000 (13%) dan kekayaan mereka sendiri menjadi Rp 171.711.565 (87%), berasal dari hibah Seksi PSE dan tabungan mereka. Dengan asumsi peningkatan Simpanan 25% per tahun, tiga tahun lagi aset warga penerima santunan akan menjadi Rp 384.446.954 atau Rp 5.914.563 per orang. Bukankah merupakan keajaiban: seseorang yang awalnya tidak punya tabungan berkat progrma ini kemudian akan punya tabungan sebesar itu?

Harapan Besar

Data di atas membuat kami para aktivis yang bertugas sebagai pendamping sungguh optimistis. Sikap optimis kami tergambar dari data tabel di atas yang secara gamblang berbicara tentang bagaimana umat kita yang selama ini menerima santunan memiliki kemampuan ekonomi yang cukup baik untuk mandiri. Beberapa hal yang perlu kami sampaikan adalah:

1.      Kepercayaan harus diberikan bahwa mereka bisa. Mungkin saja selama ini kita terlampau khawatir akan eksistensi mereka secara ekonomi. Namun kini sangat nyata tergambar bahwa ketika kepercayaan itu kita berikan, semuanya akan berjalan baik-baik saja.

2.      Harkat dan martabat meningkat. Ketika CUBG melakukan Pendidikan Dasar (Diksar) khusus untuk kelompok dampingan ini, pada akhir acara 2 orang peserta diminta untuk memberikan kesan – kesan mereka. Keduanya sama-sama menggarisbawahi bahwa harkat dan martabat mereka diangkat. Hal ini terjadi karena mereka diberi kesempatan juga dipercaya untuk memulai ”sesuatu” untuk menolong diri mereka sendiri. Hal yang sungguh berarti.

3.      Untuk itu, kami para pendamping terus berupaya membekali diri kami dengan beberapa pengetahuan tambahan terutama tentang kewirausahaan. Hal ini perlu karena selain sebagai pendamping, kami juga nantinya akan berperan sebagai konsultan untuk memberikan arahan bagaimana mengenali potensi diri dan potensi usaha yang dapat diterjemahkan dalam gerak ekonomi  masing-masing anggota dalam memulai usaha-usaha kecil mereka.

Kini kita semua patut bergembira karena beberapa anggota berani memulai usaha. Hal yang sebelumnya adalah mimpi indah yang tak pernah terwujud. Semoga upaya ini semakin membuat lebih banyak orang menolong diri mereka sendiri untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s