MIMPI KALBAR ADALAH MIMPI KITA SEMUA – Oleh Oleh Dari Kalimantan Barat

Artikel ini pernah dimuat di Majalah Swara Santa.

Oleh : Nikolaus Hukulima

Ketika romo Marwan menelpon menanyakan kesediaan berangkat ke Kalimantan Barat untuk 3 acara : Peresmian Kantor Pusat Credit Union Lantang Tipo, Seminar Tata Kelola CU dan Gender serta Rapat Anggota Tahunan (RAT) BKCU – Kalimantan, tanpa berpikir panjang saya langsung mengiakan. Pertama yang ada dibenak saya adalah; inilah kesempatan yang baik untuk mengalami sendiri betapa kentalnya nuansa masyarakat Kalimantan Barat Ber-CU, yang katanya “luar biasa”.

Perjalananpun mulai dilakukan. Rabu, 5 Mei 2009 berangkat dengan tujuan Pontianak. Dari Bandara Supadio Pontianak, melalui jalan darat kami menuju Mempawa, sebuah kota kabupaten. Dikiri kanan jalan mulai terasa nuansa CU. Kesan Kalbar sebagai propinsi dengan gerakan Credit Union massif perlahan tetapi pasti mulai mewarnai perjalanan saya dan romo. Di kiri kanan jalan mudah sekali kita temui kantor-kantor kas/tempat-tempat pelayanan CU dengan bermacam-macam nama yang agak aneh kedengaran di telinga. Semua itu semakin terasa ketika keesokan harinya dalam perjalanan kurang lebih 6 jam ke Pusat Damai – Sanggau – Kalimantan Barat. Sempat berbincang-bincang dengan kondektur di bus yang kami tumpangi. Ketika saya berusaha mengingatkannya kembali agar jangan lupa menurunkan kami di Pusat Damai. Spontan kondektur ini bertanya; “ke acara CU rupanya” serga sang kondektur seolah tahu tujuan kami. Sayapun mengiakan. Tanpa pertanyaan lebih lanjut dari saya ia meneruskan : “di Pusat Damai kalau ada acara RAT koperasi, pasti terjadi kemacetan yang luar biasa. Hari inipun kata teman saya yang kondektur di bus lain yang sudah lebih dulu lewat, kemacetan sudah terjadi. Saya sendiri juga anggota CU Pancur Kasih, sudah 9 tahun”.

 Sekonyong-konyong bus yang kami tumpangi merayap pelan. Kamipun diberitahu kalau sudah sampai. Kami bergegas turun. Serta-merta saya tercengang menyaksikan keramaian luar biasa di kota kecil itu. Begitu banyak orang tumpah ruah di jalanan dengan baju yang warna dan tulisannya sama : “CU Lantang Tipo – Memajukan Masyarakat”  selesai mengikuti misa pemberkatan Kantor Pusat CU Lantang Tipo yang dipimpin langsung oleh uskup Sintang.  Dari kejauhan gedung Kantor Pusat CU Lantang Tipo tampak begitu megah, semegah gedung sebuah bank di Jakarta yang dibangun dengan menelan biaya Rp. 4,3 Milliar dan dilengkapi fasilitas kantor senilai Rp. 568.000.000 itu. Kami langsung lebur dalam keramaian, menikmati makan, minum juga suguhan tari-tarian atraktif nan indah oleh putra-putri asli Dayak sambil turut merasakan betapa “roh” CU sungguh menyatu dalam urat nadi kehidupan masyarakat setempat.

Semua itu seolah mendapat penegasan oleh kehadiran langsung ditempat acara; Gubernur Kalimantan Barat : Cornelis, Bupati Sanggau H. Setiman H. Sudin, wakil bupati Sanggau Paolus Hadi yang juga ketua CU Kusapah beserta jajarannya, Wakil Bupati Sekadau; Abun Ediyanto, Uskup Sintang; Mgr. Agustinus Agus, Ketua BKCU – Kalimantan; A. R. Mecer yang juga mantan anggota DPR-RI, Kapolres, Dandim, para pastor, suster Bruder, semua mengambil bagian dalam kegembiraan tersebut. Saya semakin yakin, Credit Union sungguh telah menjadi sebuah gerakan yang ampuh dalam proses pemberdayaan ekonomi masyarakat. Maka pantaslah mendapat dukungan total dari semua elemen masyarakat.

Kehadiran para pejabat yang disebutkan diatas, menunjukan keberpihakan yang nyata sebagai wujud dukungan terhadap CU karena gerakan yang sungguh nyata dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Barat dalam hal meningkatkan ekonomi kerakyatan.

Dalam pidato peresmiannya gubernur Cornelis mengatakan;   dirinya sangat mendukung program ekonomi kerakyatan. “Program ekonomi kerakyatan ini, bisa melalui bank maupun CU lewat kredit yang disalurkannya”, katanya. Ia melanjutkan; selama ini masyarakat sangat terbantu oleh kredit dari CU, selain caranya mudah, cepat dan tanpa jaminan sehingga semua lapisan masyarakat dapat mengembangkan usaha baik mikro, kecil dan menengah bahkan besar. Selain itu gubernur juga mengharapkan agar CU dapat membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan baik secara langsung dengan memberdayakan tenaga local maupun tidak langsung dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat untuk membuka lapangan kerja baru. Demikian Gubernur menutup pidatonya sambil diiringi tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Pidato lanjutan oleh Bupati Sanggau memaparkan secara gamblang capaian-capaian pemerintah daerah setelah CU mulai eksis. Ketika CU belum eksis, PAD kabupaten Sanggau hanya 4 miliar pertahun. Semua itu berubah drastis setelah CU-CU mulai bertebaran dimana-mana. Tahun 2007 yang lalu PAD Kabupaten Sanggau meningkat tajam mencapai 14 milliar pertahun. Sungguh capaian yang luar biasa. Bupati kemudian mengajak para hadirin memperhatikan usaha-usaha kecil sepanjang jalan di Kabupaten Sanggau. Bengkel-bengkel sepeda motor dan mobil, rumah-rumah makan, dan warung-warung kecil sampai tokoh-tokoh kelontong bertebaran dimana-mana berkat pinjaman modal dari CU. Maka tidak berlebihan jika bupati Sanggau H. Setiman H. Sudin memuji CU setinggi langit sambil memohon agar Gubernur Cornelis jangan sampai mengenakan pajak untuk CU-CU yang ada di Kalimantan Barat. Beliaupun secara resmi kemudian mengundang para peserta RAT BKCU – Kalimantan yang terdiri dari Pengurus, Managemen serta peninjau yang diundang khusus dari CU-CU Primer  yang bertebaran dari Batam hingga Papua (54 CU Primer) menghadiri jamuan makan malam dalam suasana akrab penuh kekeluargaan di Rumah Dinas Wakil Bupati Sanggau, Jumat malam, 8 Mei 2009.

Sementara itu sang tuan rumah Ketua CU Lantang Tipo; Marselus Sunardi mengatakan sejak didirikan pada tanggal 2 Februari 1976, kondisi awal tidak berkantor. Namun setelah 33 tahun eksis baru dapat mewujutkan cita-citanya yaitu memiliki sebuah kantor permanent.

CU Lantang Tipo sendiri adalah kumpulan semua suku, agama dan segala usia serta latar belakang sosial lainnya. Dengan total keanggotan yang telah mencapai 83.337 angggota, total asset Rp. 630.195.321.237,85, jumlah karyawan 221 orang, jumlah kantor Tempat Pelayanan  32 yang tersebar di 7 Kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Barat, maka CU ini mencatatkan diri sebagai  CU terbesar di Indonesia.

Hari itu, CU Lantang Tipo memasuki babak baru kehidupannya. Gedung baru, fasilitas kantor baru, termasuk fasilitas yang mengikuti perkembangan Teknologi Informasi dengan diluncurkannya Program Antrian Elektronik serta SMS CU (replikasi dari SMS Banking) sebagai program terobosan yang semuanya bentuk dan upaya meningkatkan mutu Pelayanan Kepada Anggota. Semua itu seolah Mimpi yang kini menjadi nyata. Sang ketua kemudian menutup sambutannya dengan menyitir John C. Maxwel : Anda dapat menjadi semua yang anda inginkan, asalkan anda berusaha.

Gerakan Koperasi Kredit di Kalimantan Barat

Kedatangan CU di Kal-Bar bermula dari Kursus Dasar Kopdit di Nyarungkop dan Sanggau yang diselenggarakan oleh BK3I pada tahun 1975. Setahun kemudian berdirilah CU Lantang Tipo di Pusat Damai, CU di Batang Tarang dan Di Kuala Dua. Ketiga CU ini berkembang sangat lamban sehingga kemudian diadakan lagi kursus dasar di Pontianak pada awal 1985 atas prakarsa PSE Keuskupan Agung Pontianak dengan menghadirkan pembicara dari BK3I Jakarta. Kursus Dasar kali ini melahirkan CU baru yaitu : CU Khatulistiwa Bhakti – Pontianak yang berperan sekaligus sebagai Koperasi Laboratorium atau tempat belajar.

Seiring perjalanan waktu, pelatihan-pelatihan yang diprakarsai oleh Delsos (PSE sekarang) menumbuhkan 5 CU lainnya termasuk CU Pancur Kasih. Maka terbentuklah BK3D Kalimantan Barat yang diketuai oleh A. R. Mecer sebagai wadah koordinasi CU-CU se-Kalimantan Barat.

Kini CU semakin berkembang di Kalimantan Barat, bahkan menjadi Trend di seluruh Kalimantan. CU-CU tersebut berada dibawah naungan BK3D Kalimantan (dulu BK3D Kalbar) dan kemudian berganti dama lagi menjadi BKCU – Kalimantan. Hingga kini CU-CU yang bernaung dibawah BKCU – Kalimantan berjumlah 54 CU, tersebar dari Batam hingga Papua dengan total Asset mencapai : Rp. 3.130.353.079.255,-. Capaian nyang fantastis.

Mimpi CU Bererod Gratia – Jakarta.

Angan-anganku kembali melayang ke Jakarta, tepatnya ke CUBG. Ketika awal mendengar ada koperasi di gereja rasanya biasa-biasa saja (mungkin juga banyak orang mengalaminya). Itu karena sudah biasa mendengar bahkan aktif di beberapa koperasi. Ketika Romo Marwan kembali bercerita tentang CUBG, sikapku tetap datar-datar saja. Sampai suatu ketika romo menelepon lagi mengajak bergabung sebagai aktivis dalam upaya meninformasikan kepada sebanyak mungkin orang tentang CUBG. Serta merta saya mengiakan. Pertama, karena saya sangat menghormati romo. Kedua; karena saya sungguh mengapresiasi upaya beliau dalam memperkenalkan CUBG kepada khalayak ramai. Sikap fanatisme romo dalam rangka menggerakan CUBG patut didukung karena efek pemberdayaan dari gerakan ini telah terbukti ampuh membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Keputusanku ini membawah konsekuensi; saya harus mendalami lebih jauh “isi perut” CUBG karena yang nanti dilakukan adalah bercerita kepada orang tentang keberadaan utuh CUBG. Saya mulai pelajari sejarah berdirinya, bagaimana bergabung, hak dan kewajiban menjadi anggota serta produk-produk yang ada didalamnya, terutama karena manfaatnya yang begitu besar. Pada tahap ini saya mendapat lebih banyak pencerahan, dan kemudian memutuskan untuk serius ambil bagian dalam gerekan ini. Kini aku kenal CUBG, maka aku sayang. Langkah berikutnya adalah harus bergabung menjadi anggota

Saya mulai bergabung dengan teman-teman aktivis yang lain yang telah lebih dahulu aktif. Kami mulai menyusun beberapa program kerja dengan prioritas paling atas adalah melakukan sosialisasi; melalui bazar, sosialisasi ke lingkungan-lingkungan dan kelompok-kelompok lain. Langkah demi langkah kami lalui dengan penuh semangat dengan satu keyakinan; lakukan sesuatu dengan serius dan sungguh-sungguh maka semuanya akan datang kepadamu. Perlahan tapi pasti hasilnya mulai kelihatan. Satu persatu anggota mulai bertambah. Seiring dengan itu assetpun mulai naik. Kerja tidak sia-sia. Ini sungguh menggembirakan karena perlahan tapi pasti CUBG mulai mendapat tempat di hati umat dan mulai menjadi pilihan menabung dan berinvestasi. Kegembiraan lain yang tak terkira bagi kami adalah ketika beberapa tokoh di gereja kita turut mengambil bagian dengan masuk menjadi anggota. Ini menunjukan solidaritas yang amat nyata, menolong sesama dengan tidak perlu memberikan uang langsung kepada mereka tetapi menyimpannya melalui CUBG dalam bentuk akumulasi modal lalu menolong mereka memalui pinjaman yang digulirkan.

Keyakinan lain adalah, melalui CUBG dapat mengubah pola pikir anggotanya. Maksudnya dari yang terbiasa bermental instant – langsung memanfaatkan uang saat mendapat pinjaman – menjadi menciptakan modal terlebih dahulu dengan menabung secara rutin. Jika telah tercipta modal atau tabungan, baru mamanfaatkannya melalui pinjaman. Inilah yang tidak ditemukan pada lembaga keuangan lain. Hal lain yang tak kalah bermanfaatnya adalah melatih orang/anggota untuk mulai menabung. Banyak orang mungkin saja tidak memiliki tabungan di bank karena malu membawah uang 5000, 10.000, atau 20.000 untuk ditabung disana. Hal itu tidak berlaku di CUBG. Datanglah dengan uang receh/kembalian anda dari bus atau warung-warung pinggir jalan. CUBG akan menerimanya dengan senyum.

Kini, kami menatap masa depan dengan tidak berani bermimpi seperti apa CUBG nanti. Kami hanya berusaha sebaik-baiknya, malakukan apa yng harus kami lakukan agar CUBG menjadi besar, dengan sikap dasar; seolah-olah sedang bekerja keras mewujutkan sebuah mimpi besar, mimpi; “CUBG bisa seperti teman-temannya” di Kalimantan Barat. Tidak hanya besar dari segi anggota dan asset, tetapi besar dalam arti yang sebenar-benarnya; memberdayakan sebanyak mungkin orang agar keluar dari belitan permasalahan ekonomi sehingga menjadi lebih mandiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s